fbpx

Tips Mencegah dan Mengatasi Hipotermia

  1. Beranda
  2. Safe Tips
  3. Tips Mencegah dan Mengatasi Hipotermia

dmii.or.id- Sobat DMII, dalam kegiatan alam bebas seperti mendaki gunung, rentan sekali terserang hipotermia. Nah, apa itu hipotermia? Hipotermia adalah kondisi saat tubuh melepas panas sehingga suhu inti tubuh turun di bawah 35 derajat celcius yang menyebabkan otot dan fungsi otak terganggu.

Tips Mencegah dan Mengatasi Hipotermia

Sobat DMII pasti sering dengar kasus kematian yang diakibatkan karena hipotermia. (baca juga: https://dmii.or.id/7-kasus-kematian-akibat-hipotermia/) Hal itu dapat terjadi karena beberapa penyebab seperti, tidak mengganti pakaian setelah beraktivitas dan berada di lingkungan dingin. Nah, sobat DMII sebaiknya selalu mengenakan pakaian yang kering dan hangat apabila berada di suhu rendah. Karena ketika pakaian kita basah, kondisi tubuh kita lelah dan berada di udara dingin maka imunitas tubuh kita akan menurun.

Kemudian, setelah kita mengetahui penyebabnya, yuk kita cari tahu apa saja gejala hipotermia.  Awal mula munculnya hipotermia ditandai dengan tubuh yang menggigil, pikiran tidak fokus dan bicara mulai melantur. Bagaimana caranya agar hipotermia tidak terjadi pada tubuh kita?

Berikut tips mencegah hipotermia dari Instruktur Ahli DMII, Ujang D. Lasmana:

  1. Selalu mengganti pakaian setelah beraktivitas
  2. Pakai baju dalaman yang ringan
  3. Tambahkan jaket atau sweater, termasuk celana panjang yang bahannya hangat.
  4. Jangan ada bagian tubuh yang terekspos udara dingin.
  5. Gunakan buff pada wajah.
  6. Gunakan sarung tangan.
  7. Membawa baju ganti
  8. Membawa kaus kaki ganti dan simpan di kantung kedap air.
  9. Bila bermalam di tenda, bawa kantung tidur

Sobat DMII pasti tidak asing dengan isu yang mengatakan bahwa apabila seseorang mengalami hipotermia salah satu cara menanganinya adalah dengan saling menempelkan bagian tubuh atau yang dikenal dengan skin to skin. Nah, ternyata isu tersebut tidak benar. “Itu tak benar karena tubuh bisa menghasilkan panas sendiri. Penempelan tubuh tanpa pakaian atau skin to skin secara teori bisa, namun lama dan bisa berakibat pelecehan seksual.” tutur Ujang.

Untuk itu, Ujang juga memberikan tips cara mengatasi hipotermia;

  1. Bawa penderita ke dalam tenda
  2. Ganti pakaian yang basah dengan baju yang kering, termasuk kaus kaki.
  3. Selimuti penderita.
  4. Bila sadar, berikan air hangat.
  5. Bila penderita henti nafas, segera lakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP).
  6. Jangan rendam atau siram penderita dengan air hangat secara mendadak.
  7. Letakkan beberapa botol air panas atau batu panas di sekitar penderita.
  8. Dia tak akan ngamuk, karena tubuh sedang adaptasi dengan masalah.

Menurut Ujang, bahaya terjadi saat tubuh gagal menjaga suhu tubuh normal, terjadi reaksi yang dirasakan panas tubuhnya oleh penderita. Penderita akan membuka baju dan semakin menggigil, bisa fatal akibatnya. “Kondisi ini namanya paradoxical undressing, upaya survive terakhir dari tubuh. Bila sampai buka baju maka makin hipotermia dan dapat menyebabkan kematian. Ini kondisi paling fatal,” kata Ujang.

Adapun tingkatan hipotermia yang perlu kita ketahui yaitu;

  1. Hipotermia I
    Hipotermia ringan, 35 – 32 derajat celcius, yaitu saat kesadaran masih normal atau mendekati normal dan penderita dalam keadaan menggigil.
  1. Hipotermia II
    Hipotermia sedang, 32 – 28 derajat celcius. Penderita akan berhenti menggigil dan kesadarannya menjadi terganggu, sehingga seperti orang yang linglung. Pada hipotermia sedang penderita akan kehilangan koordinasi motorik halus terutama di tangan yang memungkinkan penderita tidak dapat menutup jaket karena aliran darah perifer yang terbatas, ucapan cadel, serta perilaku irasional seperti melepas baju dan tidak peduli bahwa dia sedang kedinginan, hal ini dikenal sebagai paradoxical undressing. Paradoxical undressing diperkirakan terjadi pada 25 persen kasus kematian karena hipotermia.
  1. Hipotermia III
    Hipotermia parah, suhu tubuh antara 28 – 24 derajat celcius. Penderita tidak sadar dan tanda-tanda vital mungkin sulit dideteksi, tanda lain yang mungkin ditemui seperti menggigil hebat, kemudian berhenti lalu menggigil hebat sampai akhirnya berhenti menggigil, kulit pucat, pupil membesar dan denyut nadi menurun.
  1. Hipotermia IV
    Disebut sebagai apparent dead atau kematian sesungguhnya, suhu tubuh antara 24-15 derajat celcius.
  1. Hipotermia V
    Merupakan kematian akibat hipotermia.

Nah Sobat DMII itulah safetips menghindari dan mengatasi hipotermia pada kegiatan luar ruang. Sobat DMII sebaiknya tetap menjaga kesehatan dan keamanan selama berkegiatan di luar ruang khususnya di gunung. Mempersiapkan fisik dan alat sebelum hendak mendaki gunung adalah langkah utama mencegah hal yang tidak diinginkan. Everyone’s a life saver. (Ripang)

Menu
X
X
Send this to a friend