fbpx

Terapi Plasma Darah Ampuh Atasi Corona, Bagaimana Caranya?

  1. Beranda
  2. Did You Know?
  3. Terapi Plasma Darah Ampuh Atasi Corona, Bagaimana Caranya?

dmii.or.id – Terapi Plasma Darah Ampuh Atasi Corona, Bagaimana Prosedurnya? | Obat yang ampuh atau vaksin COVID-19 belum ditemukan hingga saat ini. Peneliti di seluruh belahan dunia sedang berjuang untuk menemukan obat yang dapat digunakan untuk menyembuhkan pasien COVID-19. Namun, akhir-akhir ini telah beredar berita mengenai Terapi Plasma Darah yang kian populer diterapkan di beberapa negara. Terapi ini diharapkan dapat membantu menyembuhkan pasien COVID-19. Tahukah kamu mengenai Terapi Plasma Darah? Lalu apakah terapi ini ampuh mengatasi COVID-19?

Yuk simak penjelasan berikut!

Terapi Plasma Darah Ampuh Atasi Corona, Bagaimana Prodesurnya?

Terapi Plasma Darah telah digunakan sejak seabad lalu untuk mengobati infeksi emerging. Sebelumnya, terapi ini dilakukan untuk mengobati penyakit SARS, MERS, hantavirus, dan flu burung. Pada kasus COVID-19, Terapi Plasma Darah ini berisi kekebalan/antibodi yang terbuat dari darah orang-orang yang telah pulih dari infeksi COVID-19. Terapi metode ini merupakan bentuk dari vaksinasi pasif. Harapannya, antibodi dalam plasma darah orang-orang yang telah pulih bisa membantu melawan virus di tubuh orang yang masih terpapar.

Untuk prosedurnya, plasma “mantan” pengidap COVID-19 diambil sebanyak 500 cc dan diberikan kepada pasien. Satu pendonor dapat mendonorkan darah sekaligus untuk 2 pasien positif COVID-19, dan dapat diberikan ulang selama 14 hari. Namun, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi seorang pasien sembuh yang hendak mendonorkan darahnya.

Lalu, apakah terapi ini terbukti efektif?

Para peneliti mengatakan terapi plasma darah dapat berfungsi sebagai opsi yang menjanjikan sementara ini, namun uji coba acak masih perlu dilakukan. Hingga saat ini, Pemerintah masih melakukan uji klinis terhadap metode terapi plasma darah untuk melawan COVID-19, sehingga belum bisa disampaikan kriteria dan hasilnya. Menurut Ikatan Dokter Indonesia (IDI), terapi plasma ini baru bisa diterapkan dalam beberapa minggu ke depan menunggu hasil uji klinisnya keluar.

Menu
X
X

Send this to a friend