fbpx

Sudah Memasuki Musim Kemarau, Kok Masih Banjir ya?

  1. Beranda
  2. Did You Know?
  3. Sudah Memasuki Musim Kemarau, Kok Masih Banjir ya?

dmii.or.id – Sudah Memasuki Musim Kemarau, Kok Masih Banjir ya? | Mungkin teman-teman sudah mendengar beberapa peristiwa banjir yang terjadi di Indonesia bebeapa akhir belakangan ini. Yups, beberapa saat yang lalu, bencana banjir telah melanda wilayah Luwu Utara dan Masamba, Sulawesi Selatan.

Kita tahu sebagai wilayah beriklim tropis, di negara kita hanya mengenal dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Selama ini selalu disebutkan musim kemarau di Indonesia terjadi pada bulan April hingga Oktober dan musim hujan terjadi pada bulan Oktober hingga April. Lantas, mengapa meski sudah memasuki musim kemarau tapi hujan masih turun hingga menyebabkan banjir ya?

Sudah Memasuki Musim Kemarau, Kok Masih Banjir ya?

Dalam menyusun informasi prakiraan musim hujan dan prakiraan musim kemarau, yang perlu diketahui pula adalah Zona Musim (ZOM). Zona musim adalah daerah yang pola hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode musim kemarau dan musim hujan dengan karakteristik yang sama. Sejauh ini, penyusunan Zona Musim menggunakan metode clustering berdasarkan curah hujan dasarian. Sejumlah titik pengamatan hujan dengan karakteristik yang pola hujan yang sama akan dikelompokkan menjadi satu zona musim. Pada daerah-daerah dengan pola hujan rata-ratanya tidak terdapat perbedaan yang jelas antara periode musim kemarau dan musim hujan, disebut sebagi daerah Non ZOM.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan bahwa dari 342 wilayah Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sekitar 69 persennya telah memasuki musim kemarau dan 31 persen bahkan sudah mengalami kekeringan meteorologis. Pada dasarian ketiga atau 10 terakhir di Bulan Juli, beberapa wilayah berpotensi memiliki potensi banjir dengan peluang kategori menengah hingga tinggi.

BMKG juga mengatakan bahwa beberapa wilayah di Indonesia mengalami kekeringan periode musim kemarau 2020, namun sebagian wilayah lainnya masih bisa mengalami curah hujan dengan intensitas yang bermacam-macam. Jadi, ada daerah yang mengalami hari tanpa hujan yang cukup panjang, sementara ada yang hujan lebat.

Baca Selengkapnya: Musim Kemarau, Waspada Tetap Ada Hujan Yang Bersifat Periodik!

Tau gak sih? Di Indonesia saat ini ternyata memiliki daerah yang berkarakter monsunal (musim hujan pada Oktober sampai Maret dan puncaknya pada Desember sampai Februari) seperti wilayah Jawa dan Nusa Tenggara yang sudah memasuki kemarau dan periode kering. Tetapi ada juga daerah yang memiliki karakter periodik seperti Jakarta yang mengalami musim hujan selama satu minggu dan dipicu oleh aktivitas gelombang tropis. Ini berbeda dengan wilayah Sumatera bagian utara, Kalimantan bagian barat, dan Sulawesi yang memang banyak terdapat awan hujan sehingga BMKG memberikan informasi peringatan cuaca ekstrem di wilayah-wilayah itu.

Umumnya, apabila ada tekanan di wilayah Asia maka angin akan berhembus ke Indonesia, dan saat itu terjadi monsun Asia. Saat ini sebaliknya, monsun Australia terjadi sehingga udara menjadi lebih kering dan dingin, terutama di wilayah selatan khatulistiwa.

Uniknya, karena posisi Indonesia terletak antara dua benua dan samudera, maka sangat dipengaruhi pergerakan udara di kedua wilayah tersebut. Sehingga wilayah selatan khatulistiwa lebih dipengaruhi monsun Australia yang kering dan dingin, itu terjadi di sisi selatan Jawa dan Nusa Tenggara. (Aulya)

Menu
X
X
Send this to a friend