fbpx

Satu Dasa Warsa Erupsi Sinabung

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Satu Dasa Warsa Erupsi Sinabung

dmii.or.id – Satu Dasa Warsa Erupsi Sinabung | Kalau kalian pernah dengar kisah Putri Tidur, kalian juga perlu mendengar sejarah Gunung Sinabung! Gunung yang belakangan jadi viral karena paling sering erupsi dibanding gunung berapi lainnya ini, ternyata juga pernah tidur lama banget kaya Putri Tidur, yaitu sekitar 400 tahun! Waw! Baru deh di tahun 2010, tepatnya pada tanggal 27 Agustus gunung yang letaknya di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara ini akhirnya bangun dari tidur panjangnya.

Satu Dasa Warsa Erupsi Sinabung

Kejadian ini cukup mengejutkan banyak warga karena terjadi pada dini hari. Ribuan warga akhirnya dievakuasi ke berbagai tempat berbeda. Lebih lengkapnya, yuk kita kulik bersama sejarah erupsi Gunung Sinabung 10 tahun terakhir!

Gambar : bnpb.go.id

2010

Setidaknya tercatat dua kali erupsi Gunung Sinabung pada periode ini. Yaitu pada tanggal 27 Agustus 2010 dan 7 September 2010. Letusan pertama dikategorikan letusan Freatik yang ditandai dengan abu vulkanik yang jatuh dan menyebar ke timur-tenggara gunung. Sedangkan letusan kedua yang kekutannya cukup hebat berlangsung sekitar 15 menit, sekitar pukul 00:23 hingga pukul 00:38. Menurut laman Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (7 September 2010), asap letusan berwarna hitam tebal dengan tinggi kolom letusan lebih kurang 5.000 meter dan bibir kawah yang condong ke arah tenggara.

2013

Setelah erupsi selama dua kali di tahun 2010, Sinabung kembali ‘beristirahat’ selama dua tahun. Hingga akhirnya ia kembali menampilkan energinya lewat erupsi pada tanggal 19 November 2013. Erupsi tersebut mampu mengeluarkan abu setinggi 10.000 meter, Sobat DMII! Abu ini tertinggi dalam sejarah erupsi Sinabung dan disertai dengan awan panas dengan jarak luncur sejauh 1500 meter ke arah lereng tenggara.

2015

Keaktifan Sinabung kembali diperhelatkan setidaknya lima kali pada periode ini. Yaitu di bulan Januari, April, Agustus, September dan November. Pada 3 Januari 2015 dan 15 September 2015 Gunung Sinabung erupsi dengan beberapa kali guguran awan.

2016

Dalam letusan di tanggal 21 Mei 2016 tercatat 7 orang korban jiwa dan 2 lainnya luka bakar. Pada peristiwa itu, Desa Gamber diselimuti oleh awan panas yang disemburkan oleh Gunung Sinabung.

2017

Next, di tahun selanjutnya lagi-lagi Gunung Sinabung unjuk gigi. Ketinggian kolom letusan yang terjadi pada tanggal 2 Agustus 2017 ini sekitar 4.200 meter disertai dengan luncuran awan panas guguran sejauh 4.500 meter ke tenggara-timur. Akhir tahun ini juga ditutup dengan erupsi Gunung Sinabung yang menyemburkan awan panas sejauh 4,6 kilometer.

2018

Letusan dengan tinggi kolom abu vulkanik mencapai 5.000 meter di tanggal 19 Februari 2018 ini mengandung tekanan yang kuat dengan luncuran awan panas sejauh 4.900 meter ke arah Selatan Tenggara dan 3.500 meter ke arah Tenggara Timur. Angin juga bertiup ke arah Barat – Selatan. Di tahun 2018, letusan ini merupakan yang terbesar. Sekitar lima kecamatan di sekitarnya tertutup abu vulkanik disertai hujan kerikil di Desa Kuta Mbaru dan Kuta Rakyat. Dalam tulisannya di hari yang sama, kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB saat itu – Sutopo Purwo Nugroho mengabarkan bahwa tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu.

2019

Letusan dahsyat pada tanggal 9 Juni 2019 juga turut tercatat dalam sejarah Sinabung. Kali ini, material vulkanik yang disemburkan mencapai ketinggian 7 kilometer. Tak cukup sampai disitu, erupsi tersebut juga meluncurkan awan panas sejauh 3,5 kilometer ke arah tenggara dan 3 kilometer ke arah selatan. Tiga kecamatan di Karo juga terselimuti abu vulkanik dalam peristiwa ini. Yakni Kecamatan Payung, Kecamatan Naman Teran dan Kecamatan Tiga Binanga.

10 Agustus 2020

Erupsi yang terjadi baru-baru ini berlangsung pada pukul 10.16 WIB. Sebelumnya, pada 8 Agustus 2020 Sinabung sudah memulai erupsinya pada pukul 01:58 WIB dengan tinggi kolom abu kurang lebih 2.000 meter di atas puncak. Lalu dilanjutkan dengan erupsi susulan pada pukul 17:18 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 1.000 meter di atas puncak. BPBD setempat melaporkan, arah abu vulkanik pada erupsi hari itu ke Timur Tenggara. Pemerintah Kabupaten Karo dengan sigap mengimbau warganya untuk tetap siaga berdiam di rumah. Dalam website resminya, BNPB memberikan keterangan bahwa ketinggian abu vulkanik kali pada erupsi kali ini mencapai 2.000 meter di atas puncak gunung dengan ketinggian kolom 5.000 meter.

 

Sobat DMII, dalam menghadapi bencana gempa bumi, mitigasi bencana merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Maka jangan sampai lupa untuk menyelamatkan diri sendiri sebelum menyelamatkan orang lain ketika terjadi bencana, ya! Dan jangan lupa memakai masker saat terjadi erupsi di sekitar kita untuk mengurangi dampak kesehatan akibat abu vulkanik. (Zheo)

Sumber : bnpb.go.id, id.wikipedia.org, tirto.id, sumut.idntimes.com, bbc.com, kompas.com, cnnindonesia.com.

Menu
X
X
Send this to a friend