fbpx

POTENSI TSUNAMI, EKO PRADJOKO PERINGATI MASYARAKAT

  1. Beranda
  2. Berita
  3. POTENSI TSUNAMI, EKO PRADJOKO PERINGATI MASYARAKAT

dmii.or.id, JAKARTA – POTENSI TSUNAMI, EKO PRADJOKO PERINGATI MASYARAKAT! | Tanah Air Indonesia  memiliki catatan yang cukup banyak terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami. Mulai dari gempa dan tsunami di Aceh, Palu, bahkan Banten yang sekarang menjadi daerah waspada.

POTENSI TSUNAMI, EKO PRADJOKO PERINGATI MASYARAKAT!

Bencana alam bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, tidak dapat kita prediksi. Namun kita dapat mencegahnya, oleh sebab itu masyarakat perlu memiliki ilmu untuk menghadapi bencana terutama penyelamatan diri. Langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana bisa mengurangi dampak dan resiko bencana.

Berangkat dari hal tersebut, DMII-ACT bekerja sama dengan PUI Geomagnetik Universitas Mataram mengadakan webinar yang bertajuk “Skenario Mitigasi Gempa Bumi & Tsunami” sebanyak 4 seri yang diadakan selama bulan Juli 2020.

Webinar ini telah memasuki seri ketiga dengan tema “Potensi dan Dampak Tsunami di Pesisir Selatan Jawa – Bali – Nusra” bersama dua ahli yaitu Eko Pradjoko, ST, M.Eng, Ph.D dari  PUI Geomagnetik  dan Abdul Muhari, Ph.D dari  BNPB yang diselenggarakan pada Kamis (19/7).

Dosen Fakultas Teknik Universitas Mataram, Eko Pradjoko, ST, M.Eng, Ph.D mengatakan Pesisir Selatan Nusa Tenggara (Nusra) termasuk daerah berpotensi tsunami, hal itu dilihat berdasarkan sejarah pernah terjadinya  gempa dan tsunami pada 19 Agustus 1977 dan hipotetik skenario.

“Keniscayaan daerah kita adalah daerah gempa sudah harus kita terima, kita memiliki lempeng yang bergerak dan data dari BMKG tidak pernah sepi mengalami gempa.” Ujar Eko Pradjoko dalam webinar bersama DMII.

Eko menambahkan, di Nusra banyak terjadi gempa di daerah selatan, namun ada satu daerah selatan yang jarang sekali terjadi gempa.

“Menurut pakar gempa hal inilah yang menjadi tanda tanya, mengapa ini jarang terjadi gempa. Hal yang membuat khawatir adalah karena jarang terjadi gempa yaitu menyimpan energinya yang kemudian suatu waktu akan melepaskan dengan energi yang cukup besar.” kata Eko.

Dengan diketahui potensi tersebut bahwa akan terjadi bencana gempa ataupun tsunami di daerah tanah air kita, maka Eko mengimbau agar masyarakat meningkatkan kapasitasnya untuk menghadapi terjadinya bencana.

“Daripada kita bertanya-tanya ada atau tidak potensi bencana di daerah kita, sebaiknya kita berpikir dari sisi resiko. Tingkatkan apa yang bisa mengurangi resiko tersebut, karena sesungguhnya apa yang kita takutkan adalah bahayanya yang cukup besar.” tegas Eko.

Menurutnya, potensi itu akan menjadi dampak besar jika didukung kerentanan yang besar.  Tingkat ancaman bahaya berbanding lurus dengan kerentanan, kemudian dibagi dengan kapasitas kita untuk menahan kerentanan.

Bencana bisa datang kapan dan dimana saja. Mari bersiaga, ayo kurangi resiko bencana dan pahami mitigasinya bersama DMII-ACT . Everyone is a life saver. (Ripang)

Menu
X
X

Send this to a friend