fbpx

Musim Kemarau, Waspada Tetap Ada Hujan Yang Bersifat Periodik!

  1. Beranda
  2. Did You Know?
  3. Musim Kemarau, Waspada Tetap Ada Hujan Yang Bersifat Periodik!

dmii.or.id – Musim Kemarau, Waspada Tetap Ada Hujan Yang Bersifat Periodik! | Seminggu belakangan, cuaca mulai gak menentu ya, Sobat DMII? Cerah di pagi hari gak menutup kemungkinan turunnya hujan sore harinya. Padahal menurut BMKG, Agustus 2020 alias bulan ini diprediksi sebagai Puncak Musim Kemarau. Nah terus, kenapa masih turun hujan di musim kemarau ini?

Musim Kemarau, Waspada Tetap Ada Hujan Yang Bersifat Periodik!

Dalam website resminya, BMKG menuliskan bahwa musim kemarau tahun ini secara umum lebih basah dari tahun lalu. Namun 30% ZOM masih perlu diwaspadai karena diprediksi akan mengalami kemarau lebih kering dari normal. Yaitu Bali dan Nusa Tenggara.

Sedangkan hujan yang dialami beberapa hari belakangan di Pulau Jawa, salah satunya Jakarta sifatnya adalah periodik. Hujan periodik ini timbul karena adanya aktivitas gelombang tropis dalam satu minggu yang memicu turunnya hujan.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG pun sudah mengimbau Peringatan Dini Cuaca pada cuaca ekstrem yang diprakirakan berlangsung antara 14-16 Agustus 2020 ini.

Dalam imbauan tersebut tertulis secara rinci wilayah mana yang berpotensi mengalami peningkatan pembentukan awan hujan. Yaitu wilayah di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi seperti Kalimantan Selatan hingga Selat Karimata, Papua bagian Utara hingga Barat, Maluku dan Selat Makassar bagian Selatan. Juga Kalimantan Timur hingga Sulawesi Selatan bagian utara.

Sobat DMII masih ingat kan dalam pelajaran Geografi dulu, kita belajar bahwa posisi geografis Negara ini terletak di daerah tropis, di antara dua Benua; Asia dan Australia, di antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, serta dilalui garis khatulistiwa. Indonesia juga disebut Negara Maritim karena terbentuk dari ribuan pulau yang dikelilingi oleh lautan dan membujur dari barat ke timur. Hal inilah yang menyebabkan wilayah Indonesia memiliki iklim dan cuaca yang beragam.

Tapi jangan sedih Sobat DMII, karena tim BMKG yang bekerjasama dengan 2 instansi lainnya, yaitu DitJen Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Badan Informasi Geospasial (BIG) telah menerbitkan prakiraan potensi banjir dalam kurun waktu September hingga November 2020. Untuk berjaga-jaga kita bisa mengacu pada data yang diunggah langsung di website resmi BMKG.

Nah ternyata untuk mengantisipasi kemungkinan dampak buruk kemarau di wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis, kebakaran hutan dan lahan, serta ketersediaan air bersih kita juga bisa lho mengoptimalkan penyimpanan air pada musim hujan ini untuk memenuhi danau, waduk, embung, kolam retensi dan penyimpanan air buatan lainnya di masyarakat melalui Gerakan memanen air hujan. Seperti pepatah “Sedia Payung sebelum Hujan”. Tampung air, sebelum kekeringan. (Zheo)

Sumber : bmkg.go.id

Menu
X
X
Send this to a friend