fbpx

Manajemen Pertolongan Pertama Pada Kegiatan Luar Ruang

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Manajemen Pertolongan Pertama Pada Kegiatan Luar Ruang

dmii.or.id – Manajemen Pertolongan Pertama Pada Kegiatan Luar Ruang | Aktivitas Outdoor seperti naik gunung, olahraga dan acara pameran semakin digemari masyarakat. Namun kegiatan tersebut memiliki risiko terjadinya kecelakaan, kedaruratan atau sakit mendadak. Pertolongan pertama merupakan tindakan penyelamatan agar tak terjadi kefatalan atau kecacatan. Tetapi, bagaimana merencanakan kesiapsiagaan agar menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan?

Manajemen Pertolongan Pertama Pada Kegiatan Luar Ruang

Untuk menjawab hal tersebut, DMII-ACT menggelar Disaster Management System (DMS) yang bertema First Aid Response Plan for Specific Activities; Camping & Hiking, Events (Exhibitions, etc) and Sports bersama Ujang Dede Lasmana selaku Emergency Response Planner and Safety Expert pada Sabtu, (8/8/2020) melalui daring.

“Kita membahas manajemen pertolongan pertama di beberapa kegiatan, tujuannya adalah tentu menjamin kesehatan dan keselamatan petugas, menjamin efisiensi dan kecepatan tanggap pelayanan, menjamin profesionalitas lembaga atau organisasi agar kita dapat dapat saling melindungi dan menjaga.” terang Ujang.

Pertolongan Pertama pada kegiatan-kegiatan keras atau pengumpulan massa, adalah upaya memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat kepada atlet/peserta/panitia/ official/penonton/pengunjung/ tamu yang berada di tempat kegiatan, yang mengalami sakit atau cidera.

Dalam online training kali ini, Ujang D. Lasmana menjelaskan dalam pertolongan pertama ada golden time. Kecepatan tanggap yang membuat kita harus punya perencanaan, agar mengetahui apa yang akan terjadi dan perlu disiapkan.

Daniel, salah seorang peserta training bertanya, “Bagaimana cara menjadi penolong pertama? Apakah wajib memiliki sertifikat?”

“Tentu untuk terjun langsung dan berniat baik menyelamatkan jiwa orang lain, kita wajib memiliki sertifikat. Untuk pertanggungjawaban atas apa yang kita lakukan, kalau kita baru lulus mendapatkan sertifikat ada baiknya kita menambah pengalaman dengan cara ikut bertugas.” jawab Ujang.

Adapun peserta lain bertanya, “Apa saja P3K yang paling penting harus dibawa ketika hendak mendaki gunung?” tanya Farida.

“Untuk berkemah di tempat yang dingin, tentu yang utama kita bawa adalah emergency blanket. Selain karena lipatannya yang bisa sangat kecil, selimut darurat itupun sangat berguna untuk menghangatkan suhu badan.” Jawab Ujang.

Pelatihan kali ini berlangsung dengan penuh antusias dan pertanyaan dari para peserta. Pesertapun turut aktif memberikan testimoninya setelah mendapatkan ilmu dan berharap ada pelatihan-pelatihan atau berbagi ilmu lagi setelah ini.

Secara garis besar, DMII bertujuan untuk mempersiapsiagakan setiap individu dalam setiap aktivitas yang dilakukannya, karena setiap individu adalah penyelamat pertama bagi dirinya sendiri dan juga orang lain, everyone is a life saver. (Ripang)

Ikuti DMS berikutnya di link pendaftaran bit.ly/dmsDMII

Menu
X
X

Send this to a friend