fbpx

Serambi mekah adalah Banda Aceh. Kota yang didirikan oleh Sultan Alaidin Johan Suah ini terletak di ujung barat dan paling utara dari Indonesia. Kota ini terletak antara 95° 131 dan 98° 171 bujur timur dan antara 2° 481 dan 5° 401 lintang utara serta beriklim basah. Memiliki dua musim yakni musim barat dan musim timur mendukung demogrrafi Banda Aceh yang cenderung berpasir dan berkerikil.

Tidak heran dikenal sebagai serambi mekah, karena jumlah penduduknya 90% adalah muslim. Mata pencaharian penduduknya adalah nelayan, pedagang dan bercocok tanam. Terdiri dari 4 kecamatan yang menjadi pusat ekonomi, politik, sosial dan budaya membuat kota ini memiliki segudang keindahan untuk dikulik.

Di bidang Ekomoni Banda Aceh termasuk dalam kategori yang cukup baik. Menjadi kota wisata religi ke dua se Indonesia, kota ini juga disongkong oleh usaha Pengadaan Air, perdagangan lintas negara dengan Malaysia & Thailand. Belum cukup sampai disitu, kota ini juga maju dengan pariwisatanya.

Bidang sosial dan budaya masyarakat yang tak luput dari peninggalan sejarah masa lalu, menjadi pion utama pariwisata kota ini. Menyajikan pantai-pantai elok seperti Pantai Lampuk, Pantai Alue Naga, Ujung Pancu dan lain-lain yang masing-masing bersinergi membentuk kota serambi mekah yang cantik dan patut di jelajahi.

Hasil gambar untuk kota aceh'

Sejarah masa lalu membuat kota banda aceh memilki kekayaan warisan budaya, baik budaya benda maupun budaya tak benda tanpa terkecuali budaya bahasa.

Beberapa dari budaya-budaya tersebut antara lain Gedung Bank Indonesia, Museum Aceh dan Museum Tsunami, Kandang Meuh, Menera Sentral, Gunongan, Pinto Aceh dan masih banyak lainnya. Bahasa disana juga beragam seperti bahasa Aceh, Batak, Gayo, Minagkabau, Jawa, Devayan dan Sigulai.

Namun sejarah juga menceritakan kota ini tidak luput dari bencana besar dalam ingatan negeri ini. Bencana itu begitu besar sampai menciptakan budaya warisan baru berupa Musem Tsunami. Namun uniknya bencana tsunami Aceh 15 tahun lalu memiliki cara mitigasinya tersendiri dengan budaya dan kearifan lokalnya.

Pasalnya ketika Tsunami menggulung Banda Aceh dan memakan banyak korban jiwa satu kabupaten justru mengejutkan karena hanya memakan korban enam jiwa saja, sedanng semua bangunan telah runtuh porak-poranda oleh keganasan tsunami. Kabupaten itu bernama Simeulue.

Ini bukanlah model mitigasi baru, melainkan mitigasi dnegan kearifan lokal bernama Smong. Smong menjadi kearifan lokal berbasis tutur serta cerita budaya dan seni daerah. Smong berbentuk syair yang berfungsi seperti pengingat. Bait-bait syair tersebut bahkan berisi cara masyarakat mengevakuasi diri sendiri beserta keluarga dari hantaman tsunami.

Menarik bukan kota satu ini?

Selain serambi mekah rupanya segudang sejarah dan metode kearifan lokal yang jarang diketahui orang ada dikota ini. Jika anda sudah menjelajahi kota ini dengan cerita di atas, mari saya ajak untuk menikmati kuliner khas kota Banda Aceh yang dijamin bikin anda ingin jelajah secara nyata.

Kuliner yang pertama adalah Ayam Tangkap. Kuliner ini menjanjikan kelezatan ayam kampung dengan rempah melimpah, cabe ijo dan pandan. Bagaimana? Lezat bukan?

Selanjutnya ada dendeng daging sapi yang nikmat tiada tara. Ditemani dengan kopi aceh yang dicampur susu dengan rasa yang juara. Jangan kahwatir anda akan pulang tanpa tangan kosong yaitu dengan oleh-oleh kue Timphan, kue Bhoi, Bakpia dan masih banyak laiinya.

Begitulah sekilas kekayaan yang ada di kota Aceh. mengulik kuliner, wisata, sejarah sampai tragedi bencana membuat kita sadar bahwa ancaman bencana memang ada. Jadi, yuk sadar bencana dan jangan ragu untuk jadi bagian dari #everyoneisalifesaver

Menu
X
X
Send this to a friend