fbpx

DMII Latih 15 Trainer Baru di Bidang Pertolongan Pertama

  1. Home
  2. Uncategorized
  3. DMII Latih 15 Trainer Baru di Bidang Pertolongan Pertama

Training of Trainer Medical First Responder merupakan salah satu fungsi Disaster Management Institute of Indonesia – Aksi Cepat Tanggap dalam membentuk peran setiap individu sebagai penyelamat di masyarakat.

DMII Ciptakan 15 Trainer Baru di Bidang Pertolongan Pertama

ACTNewsJAKARTA – Sebagian masyarakat ternyata belum paham dalam penanganan luka bakar di tubuh. Masyarakat awam bahkan mengoleskan berbagai bahan yang ternyata dapat menghambat proses penyembuhan luka, seperti pasta gigi atau minyak. Fakta itu disampaikan salah satu peserta Training of Trainer Medical First Responder Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) Fachry Achmad Prodjokusumo, Sabtu (28/12).

Fachry adalah salah satu dari 15 peserta yang mengikuti pelatihan untuk menjadi pelatih pertolongan pertama. Sabtu tersebut merupakan hari ujian bagi para peserta yang telah menjalani pelatihan sejak Kamis (26/12) dan Jumat (27/12). Selain penguasaan materi, performa mereka sebagai penyampai juga dinilai instruktur untuk berikutnya mendapatkan sertifikat kelulusan sebagai pelatih.

Materi yang disampaikan para peserta pun sangat akrab dengan kehidupan masyarakat. Seperti Fachry, Maswardian Putra (30), peserta yang berprofesi sebagai pengemudi ambulans jalan tol tampil sebagai pelatih yang memberikan pemaparan Safety, Response, Airway, Breathing, Circulation (SRABC)-pertolongan pertama terhadap korban tidak sadarkan diri.

“Pelatihan ini berhubungan dengan profesi saya. Sebagai pengemudi ambulans, saya juga harus memiliki kesigapan dalam membantu korban atau perawat yang bertindak menolong korban,” jelas pengemudi ambulans ruas Tol Kebon Bawang-Rorotan, Tanjung Priok, kepada ACTNews. Profesi Putra membuatnya kerap berhadapan dengan korban-korban kecelakaan di jalan tol.

Putra mengaku mendapat pengetahuan baru setelah mengikuti pelatihan untuk pelatih, seperti kepercayaan diri dan kesiapan menyampaikan materi. Dalam pelatihan untuk pelatih ini, para peserta bukan hanya dituntut menguasai materi pertolongan pertama, tetapi juga cara menyampaikan informasi dengan baik.

Hilhami (40), seorang petugas rekam medis sebuah rumah sakit di Jakarta pun mengikuti pelatihan untuk pelatih karna tekadnya menyampaikan materi tersebut di lingkungan kerja. Ibu rumah tangga itu mengaku, secara langsung pelatihan itu memang tidak beririsan dengan profesinya, namun sebagai petugas kesehatan, ia ingin melengkapi kemampuannya.

Instruktur Training of Trainer Medical First Responder DMII – ACT Ujang Dede Lesmana memaparkan, para peserta pelatihan setelah selesai pelatihan ini diharapkan mempunyai kemampuan penyampaian yang baik. Kemampuan melakukan pertolongan pertama juga disampaikan kepada masyarakat luas.

“Sesuai dengan prinsip DMII, everyone is life saver. Mereka diharapkan menjadi pelatih yang menyebarkan ilmunya,” kata Ujang. Menurut instruktur yang juga berpengalaman di Palang Merah Indonesia itu, tugas DMII bukan hanya melatih individu untuk siap sebagai penolong pertama, tetapi juga melatih individu sebagai pelatih yang menyebarluaskan kemampuannya.

“Menjadi penolong pertama itu penting. Pertolongan pertama dapat memanfaatkan golden time. Bayangkan, ada orang tersedak atau terkena serangan jantung, bila kita tidak dapat memanfaatkan golden time, pasien mungkin tidak akan tertolong sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat,” jelas Ujang.

Everyone is life saver juga menjadi landasan utama DMII – ACT menyelenggarakan pelatihan untuk pelatih. Erry Septiadi dari divisi Training, Education, and Development DMII-ACT mengatakan, pelatihan untuk pelatih menjadi salah satu program kerja DMII-ACT yang dilakukan berkala. “Kalau setiap bulan, kami biasa menyampaikan informasi pertolongan pertama di kafe-kafe, kali ini pelatihan untuk para trainer,” cerita Erry.

Mengusung prinsip total disaster management, Kata Erry, DMII–ACT punya peran mitigasi dan edukasi saat bencana alam dan bencana sosial. “Pelatihan pelatih medical first responder ini merupakan fungsi edukasi,” tegasnya.

DMII–ACT merupakan institusi yang berfokus dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan manajemen kebencanaan. Selain membuka pelatihan untuk umu, DMII–ACT juga memberikan pelatihan ke sejumlah instansi perusahaan dan pendidikan.[]

Menu
X
X
Send this to a friend