fbpx

dmii.or.id – 7 Kasus Kematian Akibat Hipotermia | Memasuki adaptasi kebiasaan baru, sebagian besar tempat wisata sudah mulai beroperasi, tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan membatasi jumlah wisatawan atau pengunjung yang datang setiap harinya. Salah satu wisata yang digandrungi anak muda adalah gunung. Sayangnya, pada bulan Juli lalu beredar video viral berisi seorang pemuda yang tewas di Gunung Lawu akibat hipotermia. Oh iya, perlu dicatat ya Sobat, bahwa tidak semua hipotermia terjadi di Kawasan gunung atau wilayah bersalju saja lho!

7 Kasus Kematian Akibat Hipotermia

Menurut web alodokter.com hipotermia adalah kondisi ketika suhu tubuh kita menurun drastis. Penurunan tersebut mencapai angka 35oC. Padahal normalnya suhu tubuh kita adalah 37oC. Nah Ketika suhu tubuh menurun, fungsi sistem saraf dan organ tubuh lainnya jadi terganggu. Ketika tubuh berada di kondisi tersebut dan tidak segera diberi penanganan, maka dapat menyebabkan gagal jantung, gangguan sistem pernapasan bahkan kematian. Supaya kita lebih mawas diri, berikut 7 kasus kematian yang terjadi akibat hipotermia.

 

  1. Pendaki Gunung Lawu

Hipotermia kerap menimpa pendaki gunung. Seno Angga Adi S (28) contohnya. Seno, pemuda asal Wonogiri ini meninggal di pos dua jalur pendakian Cemoro Sewu, Gunung Lawu pada Minggu, 23 Agustus 2020 kemarin. Padahal, menurut Kepala Desa Wonoharjo, Y. Suparmin, korban tidak memiliki Riwayat penyakit yang membahayakan seperti jantung ataupun penyakit lainnya. Keluarga korban memberikan informasi bahwa korban meninggal akibat kedinginan saat mendaki Gunung Lawu.

 

  1. Tewas di hari Kemerdekaan

 Niat hati merayakan selebrasi kemerdekaan RI ke-75 dari puncak gunung, siapa sangka pemuda asal Bulukumba dinyatakan tewas dalam pendakian. Wawan, nama remaja 16 tahun tersebut. Ia mengalami hipotermia di antara Pos 9 dan 10 Gunung Bakaraeng sebelum dinyatakan meninggal. Seperti yang kita ketahui bersama Sobat DMII, hipotermia memang seringkali menimpa pendaki yang mengalami penurunan suhu tubuh secara drastis dan tidak segera mendapatkan penanganan yang semestinya. Untuk itu, tetap waspada ya!

 

  1. Hipotermia akibat banjir Jakarta awal tahun

 Banjir bandang yang menjadi kejutan di awal tahun 2020 ini mengandung banyak kisah, termasuk tiga korban meninggal dunia di daerah Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Menurut laporan BNPB, penyebab tewasnya korban banjir tersebut adalah hipotermia. Menurut artikel yang dilansir Kompas.com, M. Ali (82), Siti Hawa (72) dan Willi Surahman meninggal akibat hujan dan terkurung banjir sehingga suhu udara dingin. Baju yang basah akibat terkena hujan juga memperburuk suhu tubuh.

 

  1. Hipotermia di tengah Pradiskar

Kabar lainnya datang dari Kudus, satu tahun lalu. Kukuh Muhammad Isa Mahendra (18) meninggal dunia akibat hipotermia. Menurut keterang saksi mata, Suparnyo, Kukuh ditemukan pingsan setelah bermain air di sekitar lokasi Pra-pendidikan Dasar (Pradiskar) Resimen Mahasiswa (Menwa) Batalyon 923 Gondo Wingit, Universitas Muara Kudus (UMK). Rekan Kukuh lalu membawanya ke Puskesmas terdekat (Puskesmas Gondosari), namun Puskesmas menyarankan untuk segera dibawa ke RSI Sunan Kudus. Dokter memberikan keterangan bahwa Kukuh terkena hipotermia. Lalu sekitar pukul 7 malam Kukuh dinyatakan meninggal. Kejadian di bulan Oktober 2019 lalu ini menjadi bahan evaluasi bagi panitia agar lebih memperketat syarat pelatihan. Terutama syarat Kesehatan.

 

  1. Hipotermia di Tenda

Mendaki gunung Bersama kawan memang menjadi hiburan tersendiri, tetapi takdir berkata lain. Kabar buruk ini datang dari Sumedang, Jawa Barat. Tiga pemuda belia berumur 13-15 tahun bernama Ferdi Firmansyah, Lucky Parikesit dan Agip Trisakti yang masih berstatus pelajar ini ditemukan tewas saat pendakian Gunung Tampomas. Ketiganya datang dari Indramayu. Belum sempat menapaki puncak gunung, pada Minggu, 3 Maret 2019 ketiganya ditemukan tewas di dalam tenda yang didirikan di sekitar Pos 4 kira-kira pukul 08.00 WIB. Ketika ditemukan oleh saksi mata, posisi Ferdi, Lucky dan Agip dalam keadaan terlentang tanpa alas ataupun selimut.

 

  1. Hipotermia Ekstrem di Himalaya

Salah satu gunung tertinggi di dunia, Gunung Himalaya, India juga tercatat memakan korban jiwa akibat hipotermia. Longsor Salju yang terjadi pada Senin, 18 November 2019 lalu mengawali peristiwa menyedihkan tersebut. Setidaknya ada enam korban jiwa saat itu. Yaitu empat tentara India dan dua portir. Juru bicara pertahanan memberikan keterangan bahwa penyebab tewasnya keenam orang tersebut adalah hipotermia ekstrem.

Suhu di Glester Siachen, pegunungan Himalaya bisa mencapai -50oC. Sehingga bukan kali pertama menelan korban jiwa, dilansir dalam artikel yang ditulis gatra.com pada 19 November 2019 lalu, setidaknya sekitar 900 prajurit India tewas di lokasi yang sama sejak tahun 1984.

 

  1. Hipotermia akibat terlalu lama di luar rumah

2 Desember 2017 adalah hari bersejarah bagi pasangan Laura Heath dan suami. Karena pada hari itu, anak mereka Hakeem Husein yang baru berusia tujuh tahun ditemukan tewas setelah sekian lama bermain di luar rumah. Pasangan yang berdomisili di London ini sempat diinterogasi oleh petugas setempat karena dianggap lalai dalam mengurus anaknya. Namun akhirnya dibebaskan setelah memberikan keterangan pada pihak kepolisian,Penyebab kematian anak laki-laki yang bercita-cita menjadi dokter itu diduga akibat hipotermia disertai serangan jantung.

 

Itulah dia 7 kasus kematian yang disebabkan oleh hipotermia. Untuk itu Sobat DMII, ada baiknya kita mencegah hipotermia dengan berpakaian yang tepat ketika musim dingin atau berada di daerah dingin. Dan jangan malas ganti baju saat baju yang kita kenakan basah usai terkena air, metabolisme tubuh juga harus terjaga dengan baik serta melakukan pertolongan pertama yang tepat dikala hipotermia terjadi. (Zheo)

 

Sumber : kompas.com, alodokter.com, detik.com, liputan6.com, gatra.com

Menu
X
X
Send this to a friend