fbpx

dmii.or.id – 7 Catatan Sejarah Gempa Lombok | Kawasan Bali dan Nusa Tenggara memiliki tatanan tektonik yang rumit dan aktif. Keberadaan zona subduksi di bagian selatan yang merupakan zona tumbukan antara Lempeng Kerak Samudra Indo-Australia dengan Lempeng Benua Eurasia. Salah satu implikasi dari adanya aktivitas tumbukan pada zona ini adalah terjadinya gempa bumi.

Catatan Sejarah Gempa Lombok

Setiap tahun lempeng Lombok khususnya di wilayah Lombok Selatan tertekan dan bergeser oleh lempeng Indo-Australia sepanjang 35 meter. Bahkan, bila lempeng Lombok ini tidak bisa menahan tekanan akan menyebabkan gempa megathrust dengan kekuatan minimal 9 magnitudo dan maksimal 9,5 magnitudo.

Dilihat dari peta aktivitas kegempaan atau seismisitas Pulau Lombok, terlihat seluruh Pulau Lombok banyak sebaran titik episenter. Artinya, memang banyak aktivitas gempa di wilayah ini. Catatan sejarah gempa tersebut sudah dapat mewakili bahwa Lombok memang rawan gempa.

Berikut catatan gempa Lombok yang pernah terjadi dengan kekuatan di atas 6,0 magnitudo  :

  • 25 Juli 1856, Tsunami besar

Gempa ini gempa tektonik pertama yang tercatat dalam literatur era kolonial, tepatnya pada tahun 1918. Gempa besar terjadi di Lombok, tepatnya di Labuan Tereng, pada 25 Juli 1856. Gempa itu juga memicu gelombang tsunami yang menghantam pesisir Ampenan di Mataram. Sayangnya, catatan itu tak menyebutkan berapa kekuatan gempa dan tinggi gelombang tsunaminya.

  • 21-24 Desember 1970 (M 6,0)

Data USGS mencatat, Kota Praya di Pulau Lombok juga diguncang dua gempa besar pada 21 dan 24 Desember 1970. Pada 21 Desember, gempa berkekuatan 6,0 magnitudo dan berpusat di kedalaman 75 km itu mengguncang perairan di selatan Lombok.  Pada 24 Desember, letak pusat gempanya di kedalaman 70 km dan kekuatannya 5,6 magnitudo. Namun, tak ada korban jiwa akibat dua gempa tersebut.

  • 28 Mei 1972 (M 6,3)

USGS kembali mencatat, getaran gempa berpusat di 262 km selatan Praya pada 28 Mei 1972. Kekuatannya mencapai 6,3 magnitudo dengan kedalaman 15 km. Tak ada korban jiwa akibat bencana ini. Hanya beberapa bangunan runtuh akibat guncangannya yang terbilang besar namun tak memicu tsunami.

  • 10 April 1978 (M 6,7)

Menurut catatatan BMKG, gempa pada 10 April 1978 ini berpusat di 297 km selatan Praya dan berkekuatan 6,7 magnitudo. Gempa tak menimbulkan korban jiwa. Gempa yang berada di kedalaman 19 km ini hanya menimbulkan sejumlah bangunan rusak parah namun tidak memicu tsunami.

  • 30 Mei 1979 (M 6,1)

Menurut data BMKG, pada tahun 1979 terjadi bencana gempa berkekuatan 6,1 Magnitudo di kedalaman 25 km di titik koordinat 8,2 derajat LS-115, 9 derajat BT. Ada sekitar 37 korban meninggal dunia, 98 korban luka ringan, 295 rumah penduduk yang rusak. Kerusakan itu sendiri banyak terjadi di di daerah Tanjung, Bayan, Gangga, Cakranegara, Narmada, dan Kediri dengan skala MMI VIII-IX. Ini disebabkan pusat gempa sangat dangkal dan berada di tengah-tengah permukiman warga.

  • 1 Januari 2000 (M 6,1)

BMKG mendata bahwa gempa Lombok di tahun baru itu merusak sekitar 2000 rumah. Gempa bermagnitudo 6,1 itu tak menelan korban jiwa dan memicu potensi tsunami. Dampaknya sebanyak 2.000 rumah warga rusak parah.

  • 29 Juli – 25 Agustus 2018 (M 7,0)

Gempa bumi Lombok Agustus 2018 adalah gempa berkekuatan 7 magnitudo  yang melanda Pulau Lombok pada tanggal 5 Agustus 2018. Pusat gempa berada di 18 km barat laut Lombok TimurNusa Tenggara Barat dengan kedalaman 32 km. Gempa bumi ini merupakan gempa utama dari rangkaian gempa bumi di Pulau Lombok sejak gempa awalan 6,4 magnitudo 29 Juli 2018. Sedangkan BMKG mencatat, setidaknya ada 585 kejadian gempa susulan sampai dengan pukul 07.00, 5 Agustus 2018.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), secara keseluruhan kerusakan yang diakibatkan oleh rangkaian Gempa Lombok 2018 adalah 71.962 unit rumah rusak, 671 fasilitas pendidikan rusak, 52 unit fasilitas kesehatan, 128 unit fasilitas peribadatan dan sarana infrastruktur. Sedangkan data korban adalah 460 orang meninggal dunia, 7.733 korban luka-luka, 417.529 orang mengungsi. Perkiraan kerugian sementara yang dilakukan oleh BNPB akibat Gempa Lombok mencapai 10 triliunan. Angka ini belum termasuk kerugian yang diakibatkan oleh penurunan kunjungan wisatawan lokal dan manca negara.

 

Sumber: Kompas.com, Tirto.id, Tempo.co, Detik.com, Historia.id

Menu
X
X
Send this to a friend