“Sering kali yang pertama menemukan korban adalah orang awam yang tidak paham standar penanganan medis. Jika ia menolong korban, malah dapat memperparah cedera, atau bahkan menyebabkan kematian korban.” Ujar Linda Febriyani. “Karenanya, DMII-ACT mengadakan MFR (Medical First Responder) Training, yang bertujuan agar orang awam bisa mengerti pertolongan pertama, yang sesuai dengan standar medis.” Jelas Linda sebagai panitia MFR Training yang berlangsung di Menara 165, Jakarta Selatan pada Rabu (20/12).

Linda menjelaskan pelatihan ini menyajikan materi, seperti Bantuan Hidup Dasar oleh dr. RizalAlimin (dokter spesialis ACT) kemudian Moving, lifting, and Transporting oleh dr.Lukman (dokter lintas batas) dan Triage oleh Ranti Bangkit. S. Kep.

“Peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 25 orang. Peserta juga terlihat sangat antusias dari materi sampai praktek” kata Linda.

Ambar, salah satu peserta berharap dapat menjadi lebih tanggap, dan tidak panik serta dapat berkontribusi memberikan arahan dan pertolongan apabila menghadapi kondisi darurat.

“Tanggap apabila ada kondisi darurat, tidak panik. Dapat berkontribusi memberikan arahan dan pertolongan apabila menghadapi kondisi darurat” tulis Ambar pada pohon harapan,

Utami, salah satu peserta juga mengungkapkan bahwa mengikuti MFR ini kareta pada saat bepergian sering menemukan kondisi yang membutuhkan pertolongan pertama. Ia berharap setelah mengikuti kegiatan ini dapat membantu serta menolong orang lain.

Yadi Frans selaku PIC mengungkapkan bahwa keunggulan dari program ini adalah peralatan pertolongan pertama yang lengkap, sesuai pelatihan pertolongan pertama nasional, pelatih yang bersertifikat PP nasional, BNSP, dan MFR, serta metode pengajaran yang disesuaikan dengan latar belakang peserta pelatihan.

“MFR (Medical First Responder) Training ini insya Allah akan diadakan sebulan sekali” Ujar Yadi

[Tim DMII]