Ibarat pepatah malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih yang artinya segala sesuatu dalam kehidupan bukan manusia yang menentukan, misalnya ketika datang bencana gempa bumi seperti yang terjadi di Lebak (Banten) pekan lalu. Oleh karena itu, kita sebagai manusia harus bersiap siaga untuk kemungkinan terburuk sekalipun, contohnya adalah melakukan mitigasi bencana.

Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) menggelar acara Disaster Preparedness Training pada Selasa (30/1) diikuti oleh 109 siswa/i kelas 6 SD Al-Fath yang berlokasi di Al-Fath, Cirendeu, Tangerang Selatan.

“Pelatihan ini diikuti oleh 109 siswa-siswi dari kelas 6, yang terdiri dari 5 kelas” Ujar Tio, Guru SD Al-Fath.

Tio mengaku bahwa acara ini sangat bagus bagi siswa-siswi “Acara ini sangat bagus bagi mereka. Yang pertama, sebagai ajang praktek setelah mereka mempelajari teori di dalam pelajaran IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial), khususnya tentang siaga bencana.” Ujar Tio.

Selain itu, guru SD Al-Fath itu menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negeri rawan bencana, maka dari itu kita harus siap siaga “Negeri kita kan rawan bencana, bencana itu bisa menimpa siapa saja dan dimana saja, jadi anak-anak harus tau apa saja yang dilakukan ketika bencana itu datang” Jelas Tio.

Albar Syahreza, selaku trainer menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman apa itu bencana, dan bagaimana menanganinya ketika bencana itu menimpa kita, seperti gempa, kebakaran, dan banjir.

“Hari ini kita memberikan materi gempa, kebakaran, dan banjir. Dan untuk materi kebakaran, kita praktek menggunakan gas 3kg serta cara mematikan api menggunakan karung goni dan APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Karena Al-Fath ini memiliki kolam renang, kita juga gunakan itu untuk praktek menggunakan perahu karet” Jelas Albar

Tio menambahkan bahwa ini tahun kedua bekerja sama dengan tim DMIII-ACT dan dia juga mengungkapkan harapannya semoga siswa-siswi mengerti tentang hal yang dipelajari hari ini.

“Ini tahun kedua kita bekerja sama dengan DMII-ACT untuk pelatihan siaga bencana ini, semoga tahun depan bisa dilakukan seperti ini lagi. Semoga siswa-siswi Al-Fath mengerti ketika bencana itu datang, baik mereka sedang di rumah, di sekolah dan dimana saja” Kata Tio. [Erry]