Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali mengadakan program Sekolah Siaga Bencana (SSB) di SMK Jakarta Pusat 1 pada Sabtu (20/1) dan di SMKN 39 Jakarta pada Rabu (31/1) dengan konsep yang berbeda dari sebelumnya.

SSB edisi kali ini ada hal baru “Kita menambah materi SSB di 2018 ini, seperti pertolongan pertama, kepemimpinan dan lain-lain” Jelas Ubaidillah. Selaku divisi Education & Training DMII, Ubaidillah mengaku bahwa pelatihan SSB ini bersifat jangka panjang. “SSB pada kali ini akan dijalankan selama 1 tahun”.

Salah seorang peserta, Solihin mengungkapkan bahwa dia sangat senang belajar dalam SSB ini “Saya sangat senang belajar tentang bencana alam dan mendapatkan pengetahuan untuk menyelamatkan diri ketika bencana itu datang” Ungkap Solihin, siswa SMK Jakarta Pusat 1.

Selain itu, Solihin mengaku sangat antusias dengan kegiatan SSB ini. “Ada kegiatan outdoornya, itu yang membuat saya sangat antusias” Jelasnya.

“Tinggi harapan saya bahwa SSB ini dapat diterapkan di sekolah-sekolah untuk kegiatan ekstrakurikuler”. Ujar Ubai.

Pada tahun 2015, Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengadakan kegiatan SSB pada 20 sekolah tingkat SLTA di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan selama kurang lebih 3 bulan. Selanjutnya, pada 2016 program ini mengembangkan sayapnya ke Garut Selatan, khususnya SMKN 5 Garut dan SMAN 28 Garut.

Sekolah Siaga Bencana (SSB) adalah program berbasis sekolah dalam rangka membangun kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana di Indonesia. Program ini bertujuan menggugah kesadaran seluruh unsur, baik individu maupun kolektif, di sekolah dan lingkungan sekolah agar memahami dan siap menghadapi bencana yang mungkin terjadi.

Pembentukan SSB ini sebagai bentuk dukungan pada implementasi Peraturan Kepala (Perka) BNPB No. 4 tahun 2012 tentang Pedoman Penerapan Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana. Program ini bertujuan membangun sekolah yang memiliki sistem manajemen bencana dan memungkinkan sekolah memiliki kesiapsiagaan terhadap bencana.[Erry]