Selasa, 3 Oktober 2017, di beranda Kantor Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) Rawa Bebek Jakarta Timur, tim Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) ACT menggelar Home Safety Home, the Urban Survival Training. Dengan tema: Rumah Aman, Kerjapun Nyaman, sekitar 60 orang warga rusun tersebut nampak antusias belajar bersama seputar keselamatan (safety) dan upaya pengurangan risiko bencana.

Menurut Wahyu Novyan, Manager DMII, program HSH ini didesain khusus untuk hunian vertikal yang semakin marak dan berpotensi bencana.

“Makin meningkatnya hunian vertikal baik apartemen dan rusun di perkotaan, tentu meningkat pula potensi bencana. karena hunian vertikal memiliki kompleksitas  masalah yang berbeda dengan hunan tapak. Dan Home Safety Home (HSH) didesain khusus untuk merespon maraknya hunian vertikal tersebut,” papar Wahyu di sela-sela pelaksanaan HSH di rusun Rawa Bebek.

Sejumlah peristiwa kebakaran yang melanda hunian vertikal di Jakarta menjadi landasan awal munculnya program HSH.

“Ditambah lagi dengan peristiwa kebakaran besar di Grefell Tower, London, pada medio Juni lalu. Sebagai kota Besar interasional, Bangunan di London tentunya sudah menerapkan safety system berstandar internasional. Ternyata itupun tidak luput dari kebakaran besar. Tentunya kita tidak berharap terjadi kebakaran seperti itu di Indonesia. Untuk itulah kita siapkan program HSH,” ujar Wahyu menjelaskan panjang lebar filosofi HSH.

Nuri, SE, Kepala Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) Rawa Bebek menyampaikan rasa terima kasihnya atas pelaksanaan program HSH. “Kami atas nama warga Rusun Rawa Bebek berterima kasih kepada DMII ACT atas pelaksanaan program ini. In syaa Allah akan bermanfaat bagi kami, dalam mengantisipasi terjadinya kecelakaan dan bencana,” kata Nuri.

Dalam training tersebut, peserta diajarkan tentang Pertolongan Pertama (First Aid), simulasi gempa, dan teknik pemadaman kebakaran untuk lingkup rumah tangga. (Why)