ACTNews, JAKARTA – Dinas Pendidikan DKI Jakarta berharap Program Sekolah Siaga Bencana (SSB) Aksi Cepat Tanggap (ACT) bisa berlanjut. Pasalnya, program tersebut akan menjadikan sekolah sebagai basis kerelawaan dan kesiapsiagaan bencana di kalangan pelajar di DKI Jakarta.
Hal itu dikemukakan Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto saat menerima audiensi Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang dipimpin Wahyu Novyan, selaku penanggungjawab program-program dari Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) – ACT, di ruang kerjanya Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Rabu (27/1).
Dalam kesempatan tersebut, ACT melaporkan pelaksanaan program Sekolah Siaga Bencana (SSB) 2015. Wahyu menyampaikan laporan pelaksanaan SSB 2015, yang dihelat di 20 Sekolah di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, dan terlaksana dengan baik pada akhir Desember 2015. Program ini merupakan sinergi strategis antara ACT dan Bank Indonesia.
“Program ini dilaksanakan di 20 Sekolah tingkat SMA dan SMK di DKI Jakarta. 12 Sekolah di Jakarta Selatan dan 8 Sekolah Jakarta Pusat. Total ada 400 orang dari unsur siswa dan non-siswa (guru dan karyawan) yang terlibat aktif, sebagai tim Manajemen Bencana Berbasis Sekolah (MBBS) di masing-masing sekolah. Secara keseluruhan, program ini memberikan manfaat kepada lebih dari tiga belas ribu orang sivitas sekolah, di 20 sekolah diatas,” papar Wahyu.
“Program ini merupakan sinergi strategis yang dilaksanakan ACT bersama Bank Indonesia. Insya Allah Bank Indonesia siap mendukung program SSB ini untuk dilaksanakan di seluruh Indonesia. Tentu dilakukan secara bertahap,” Lanjut Wahyu.
Wakadis Pendidikan DKI Jakarta, Bowo Irianto, menyampaikan ucapan terima kasihnya mewakili dinas pendidikan DKI atas peran serta BI dan ACT dalam membangun karakter sivitas pendidikan.
“Pertama, atas nama Dinas Pendidikan DKI, kami sangat berterima kasih atas sumbangsih ACT dan BI untuk dunia pendidikan, khususnya di DKI Jakarta. Program ini kami lihat sangat bagus, karena membangun basis kerelawan di sekolah. Kami berharap ada kelanjutan dari program ini, sehingga bisa menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas, “ ujar Bowo penuh harap.[]

Penulis: Wahyu Novyan