ACTNews, KARAWANG – Aksi Cepat Tanggap (ACT) melanjutkan Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana dan pembentukan Komunitas Siaga Bencana (KSB). Pelatihan tersebut dilaksanakan di tujuh desa di Kecamatan Teluk Jambe, Karawang, Sabtu-Minggu (16-17/1).
Menurut Muhamad Affan dari Disaster Management Institute of Indonesia (DMII), Pelatihan yang disponsori Sampoerna dan diformat dalam bentuk workshop ini, diisi penyusunan rencana kontinjensi (renkon) bencana banjir.
Peserta yang mengikuti workshop ini sejumlah 140 peserta, perwakilan dari tujuh desa, yakni dari Desa Sukamakmur, Desa Sukaluyu, Desa Pusuerjaya, Desa Teluk Jambe, Desa Sukaharja, Desa Sirnabaya, dan Desa Wadas. Perwakilan dari tujuh desa ini bergabung dalam Tim KSB tiap desa yang dibentuk akhir tahun 2015.
Menurut Wahyu Novyan, Manajer DMII-ACT, output dari workshop ini menjadi percontohan renkon, karena baru pertama kali dibuat di Karawang ini. Draft ini nantinya akan menjadi acuan baku dan akan diserahkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang.
“Karawang mempunyai potensi banjir rutin, salah satu elemen penanggulangan bencananya adalah BPBD yang baru terbentuk tahun 2015. BPBD Karawang masih membutuhkan dukungan dari pihak DMII-ACT, hal tersebut menjadi peluang kami, terlepas dengan Program Sampoerna ini selesai, kami akan terus melanjutkan proses pendampingan dan pembinaan. Minimal di tujuh KSB ini, dan itu sudah menjadi kesepakatan dengan pihak BPBD, kami akan mendorong BPBD, untuk mempunyai daya dukung optimal,” jelas Wahyu.
Catur Sudiro, Tim Ahli BNPB yang juga memandu workshop ini, sangat mengapresiasi proses Pelatihan Penanggulangan Bencana sehingga terbentuk KSB dan menghasilkan draft renkon.
Rencananya Pelatihan dengan tajuk ‘Sampoerna untuk Indonesia’ ini dengan DMII-ACT akan menggelar kegiatan yang sama di Samarinda, diawali dengan pemaparan konsep Pelatihan, tanggal 22 Januari 2016 yang akan datang.
“Seperti di Karawang, kami juga akan mengundang seluruh stakeholder, yang kemudian di tanggal  9-11 Februari 2016,  akan dilanjutkan dengan Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana tingkat Advance, yang seterusnya prosesnya sama seperti apa yang kami lakukan di Karawang ini,”pungkas Wahyu. []

Penulis: Muhajir AR