Sekilas Disaster Management Institute of Indonesia

Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) adalah lembaga yang berkhidmat pada pengembangan ilmu dan manajemen kebencanaan berbasis Total Disaster Management (TDM), yang dibentuk oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT). DMII merupakan pusat referensi dan seluruh pengetahuan dan pengalaman praktis Aksi Cepat Tanggap dalam menanggulangi bencana.

Tentang DMII

Menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang sadar, paham, dan siaga bencana adalah cita-cita kami.
Menjadi institusi terdepan dalam pengembangan ilmu dan manajemen kebencanaan berbasis Total Disaster Management (TDM).
  • Mengembangkan wawasan keilmuan tentang kebencanaan berbasis akademis dan pengalaman praktis.
  • Mengembangkan sinergi dan kemitraan dalam meminimalisasi risiko bencana.
  • Mewujudkan masyarakat sadar dan siaga bencana.
S I A G A

Smart
Cerdas dalam beraktivitas, mampu mencari solusi dalam setiap kendala yang dihadapi.

Insightful
Memiliki pemahaman mendalam terhadap permasalahan bencana, sehingga mampu dapatkan solusi yang menyeluruh.

Action-Oriented
Selalu berorientasi pada aksi nyata yang bermanfaat, diperkaya dengan basis data dan informasi sebagai fondasi aksi.

Greatfulness
Memiliki sikap senantiasa bersyukur kepada Allah SWT, dan berterima kasih pada semua stakeholder.

Always be The Best
Selalu bekerja dengan penuh semangat juang untuk menjadi yang terbaik dan menghasilkan karya ā€“ karya terbaik.

1. Konsep Total Disaster Management (TDM). Dengan mengembangankan konsep TDM, maka DMII memiliki kegiatan yang terintegrasi/terpadu.
2. Based on field experiences. Aktivitas dan kompetensi DMII, didasari oleh pengalaman lapangan riil, yang dielaborasi dengan basis teori manajemen bencana, menjadi sebuah perpaduan yang komprehensif.
3. Berfokus pada solusi (solution based). Semua kegiatan DMII (Pelatihan, seminar, lokakarya, riset, publishing) semua berorientasi pada solusi dan aksi nyata dalam penanggulangan bencana, bukan sekadar wacana.
4. 3 Pā€™s method: Participative, Practical, Payoff (Result Oriented). Dengan metode ini, peserta akan terlibat aktif dan berfokus pada hasil yang diinginkan.
5. Tim Trainer, Fasilitator, dan instruktur yang kompeten, dan kaya dengan pengalaman lapangan.
6. Sebagai lembaga sertifikasi profesi penanggulangan bencana (LSP-PB)*.

Kompetensi DMII

Training 100
Consulting 90
Research 80
Publishing 90
Emergency Tools 95

Tim Ahli Kami

Ahyudin
AhyudinPresident ACT Foundation
Syuhelmaidi Syukur
Syuhelmaidi SyukurSenior Vice President, Aksi Cepat Tanggap
President of Global Zakat
M. Insan Nurrohman
M. Insan NurrohmanVice President, Aksi Cepat Tanggap
Catur SudiroSekjen Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI)
Tim Penyusun Panduan Rencana Kontinjensi BNPB
Faisal DjalalAnggota Asia Pacific Alliances for Disaster Management (APADM)
Joko ArdiAssociate team United Nation for Disaster Assessment and Coordination (UNDAC)
Prof. Zubaidah Ira KoenariPakar Teknologi Iradiasi Pangan-Batan, Guru Besar Ilmu Pangan dan Gizi IPB
Dr. Irwan MeilanoPakar Mitigasi Gempa Bumi, Wakil Direktur Pusat Penelitian Mitigasi Bencana ITB
Dr. Euis SunartiKetua Pusat Studi Bencana IPB, Guru Besar IPB
Sutopo Purwo Nugroho, PhDKepala Pusat Data dan Informasi BNPB

Tim Pelaksana

Wahyu NovyanChief of DMII
Yadi Frans RisyadiTraining and Education Supervisor
UbaidillahTraining and Education Staff
SutaryoResearch and Program Development Asst. Mgr
Lukman HakimData and Information Senior Staff
Fahima AndiniAdmin and Finance Support